Pengertian dan Peran Perkebunan

Pengertian dan Peran Perkebunan

Sebagai negara yang bercorak agraris, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan tanaman perkebunan dalam rangka mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Perkebunan memiliki peranan yang krusial dan strategis dalam pembangunan nasional, terutama pada mempertinggi kemakmuran & kesejahteraan warga , penerimaan devisa negara, penyediaan lapangan kerja, perolehan nilai tambah dan daya saing, pemenuhan kebutuhan konsumsi pada negeri, bahan standar industri pada negeri serta optimalisasi pengelolaan asal daya alam secara berkelanjutan.

Usaha perkebunan terbukti relatif tangguh bertahan dari terpaan badai resesi dan krisis moneter yang melanda perekonomian Indonesia. Untuk itu, perkebunan perlu diselenggarakan, dikelola, dilindungi & dimanfaatkan secara bersiklus, terbuka, terpadu, profesional dan bertanggung jawab demi menaikkan perekonomian rakyat, bangsa & negara. Dalam era perdagangan bebas, komoditas perkebunan merupakan keliru satu komoditas unggulan Indonesia yg sanggup menaruh devisa negara. Upaya pengembangan komoditas tersebut diharapkan bukan hanya buat menaikkan kuantitas produk, melainkan disertai peningkatan kualitas, keamanan, kontinuitas produksi dgn taraf harga yg kompetitif sebagai akibatnya bisa bersaing di pasar internasional.

Pengertian Perkebunan

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2004, yang dimaksud dengan  perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai, mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat.

Tanaman eksklusif merupakan flora semusim dan/atau flora tahunan yg karena jenis dan tujuan pengelolaannya ditetapkan sebagai tumbuhan perkebunan.

Perkebunan diselenggarakan dari atas asas manfaat dan berkelanjutan, keterpaduan, kebersamaan, keterbukaan, dan berkeadilan, sedangkan tujuan pengelolaan perkebunan adalah: a) mempertinggi pendapatan rakyat; b) menaikkan penerimaan negara; c) menaikkan penerimaan devisa negara; d) menyediakan lapangan kerja; e) menaikkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing; f) memenuhi kebutuhan konsumsi & bahan standar industri pada negeri; dan g) mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Perkebunan mempunyai  tiga fungs, yaitu: a) ekonomi, yaitu peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta penguatan struktur ekonomi wilayah dan nasional; b) ekologi, yaitu peningkatan konservasi tanah dan air, penyerap karbon, penyedia oksigen, dan penyangga kawasan lindung; dan c) sosial budaya, yaitu sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

Pelaku usaha perkebunan di Indonesia dibedakan atas dua golongan yaitu pekebun dan perusahaan perkebun. Pekebun adalah perorangan yang melakukan usaha perkebunan dengan skala usaha tidak mencapai skala tertentu, atau lebih dikenal dengan perkebunan rakyat. Perusahaan perkebunan adalah pelaku usaha perkebunan  berbentuk badan hukum yang meliputi koperasi dan perseroan terbatas baik milik negara maupun swasta, yang mengelola usaha perkebunan dengan skala tertentu.

Perbedaan keduanya bisa ditinjau sbb:

Perkebunan Rakyat

Perkebunan Besar

1. Luas lahan relatif sempit

dua. Modal lemah

3. Tingkat teknologi tradisional

4. Pengolahan hasil konvensional

1. Luas huma besar

2. Modal bertenaga

tiga. Teknologi maju

4. Pengolahan hasil terkini

Berdasarkan kemampuan yg dimiliki maka perkebunan akbar mampu buat menaikkan penghasilan dan laba per hektar dan per satuan energi kerja yang lebih tinggi dibanding perkebunan rakyat. Tetapi hal ini tidaklah berarti bahwa perkebunan akbar nir memiliki kesulitan /pertarungan, diantaranya:

1.    Perkebunan Besar biasanya mempunyai beban bunga yang tinggi dari penanaman modal.

2. Perkebunan Besar mempunyai resiko besar terhadap beberapa fluktuasi harga pasaran dunia, sedangkan pemindahan hasil komoditi dari yang satu ke yang lain tidaklah mudah.

3.    Perkebunan Besar memerlukan tenaga kerja yang besar dan relatif mahal, meskipun tenaga kerja yang banyak dan murah merupakan salah satu ciri negara tropis, tetapi dalam praktek permasalahan yang timbul cukup banyak karena upah tenaga kerja merupakan masukan2 yang besar.

Sedangkan perkebunan kecil /masyarakat mempunyai beberapa kelebihan dibanding perkebunan akbar, antara lain merupakan :

1.    Perkebunan kecil merupakan usaha yang dijalankan oleh keluarga, termasuk pengadaan kebutuhan pangannya, sehingga penganekaragaman hasil lebih mudah dilaksanakan dalam waktu yang kritis (pemasaran, perang dsb).

2.    Usaha perkebunan memerlukan masukan tenaga kerja yang tinggi dan relatif sedikit memerlukan mesin, sehingga memungkinkan perkebunan diusahakan secara ekonomis dalam bentuk perkebunan kecil tanpa menghadapi kesulitan yang berarti dalam masalah tenaga kerja, karena relatif cukup tersedia dalam keluarga.

3.    Bila resiko pemasaran meningkat, gejolak politik meningkat dan upah buruh meningkat, maka perkebunan kecil lebih mampu bertahan dibandingkan perkebunan besar.

Perkebunan besar lebih sanggup bersaing dibanding menggunakan perkebunan kecil, hanya dalam syarat khusus sbb.:

1.    Bila proses produksi memerlukan teknologi yang tinggi.

2.    Bila produksi per ha adalah besar sehingga memerlukan biaya transpor yang tinggi.

3.  Bila produksi mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan untuk pemasaran memerlukan persyaratan kualitas seragam, dan harus bisa menyerahkan hasil pada waktu yang telah ditentukan.

Tanaman Perkebunan

Tanaman perkebunan adalah tanaman semusim dan/atau tanaman tahunan yang karena jenis dan tujuan pengelolaannya ditetapkan sebagai tanaman perkebunan.  Dengan demikian tanaman perkebunan bisa dikelompokkan jadi dua, yaitu tanaman semusim dan tanaman tahunan. Tanaman semusim adalah jenis tanaman yang hanya dipanen satu kali dengan siklus hidup satu tahun sekali, contohnya tanaman tebu, kapas dan tembakau. Sementara tanaman tahunan membutuhkan waktu yang panjang untuk berproduksi dan bisa menghasilkan sampai puluhan tahun dan bisa dipanen lebih dari satu kali, misalnya tanaman kelapa sawit, karet, kakao, cengkeh, kopi dan lada.

Sebagai komoditas tanaman perkebunan mempunyai sebutan lain yaitu tumbuhan perdagangan dan flora industri. Sebutan ini memperlihatkan legitimasi bahwa ada peluang bisnis menurut pengusahaan tanaman perkebunan. Selain itu flora sub sektor perkebunan memiliki peranan krusial dalam pembangunan nasional, terutama dalam mempertinggi kemakmuran & kesejahteraan masyarakat, penerimaan devisa negara, penyedia lapangan kerja segaimana sudah disebutkan beliau atas.

Keputusan Menteri Pertanian Nonor 511 Tanun 2006, mengenai Jenis Komoditi Tanaman Binaan Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura Klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *