Kesulitan dalam berhidroponik selada, sawi dan tomat

Kesulitan dalam berhidroponik selada, sawi dan tomat

1. Selada

Kesulitan saya  bertanam selada selama ini adalah mengenai ketersediaan sinar amtahari. Memang bila kita hanya menanam selada sebagai Hobi tidak ada masalah yang mengganggu walau sinar matahari kurang. Selada akan tetap tumbuh dan disaaat matahari bersinar cerah, daun selada akan mekar. Namun bila kita menginginkan selada yang terlihat bagus seperti yang dijual di supermarket, maka ketersediaan sinar matahari sangat mempengaruhi. Dan bukan hanya ketersediaan matahari, tetapi juga intensitas cahaya matahari itu sendiri.

Bila sinar surya kurang, maka batang selada akan memanjang. Semakin lama sinar surya kurang, maka semakin panjang jua btg selada tersebut. Hal ini tentu memperburuk penampilan berdasarkan selada itu sendiri, & bila dimasukkan ke pasar maka akan ditolak. Kemudian intensitas cahaya. Bila selada eksklusif terkena sinar matahari terik, maka sebagian daunnya akan layu dan bahkan hingga mengering. Saya belum tau apakah ini karena jumlah ppm nutrisi aku kurang atau memang misalnya itu.

Pertanda merah menunjukkan daun yang rusak karena sinar terik berlebih.

Selada selama aku menanam lebih cenderung bertenaga terhadap penyakit. Tidak aku dapatkan penyakit-penyakit misalnya dalam tanaman tomat atau cabe misalnya virus, kutu atau layu fusarium atau bahkan semut-pun nir mendekai selada.

Dua. Sawi

Sampai waktu ini masih sedikit pengalaman aku menggunakan sawi, sehingga masih belum banyak memberi warta. Tetapi berdasarkan beberapa kali aku mengamati, keliru satu hal yang perlu diperhatikan adalah ppm nutrisi yg kita berikan. Sawi membutuhkan nutrisi hingga 1000ppm. Jauh lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan selada. Jika sawi kekurangan nutrisi, dia jadi lebih gampang untuk berwarna kekuningan daunnya. Ini salahsatu hal yang seringkali ditemui pada tumbuhan sawi. Jika tanaman sawi anda menguning, coba masukkan nutrisinya atau koreksi sesuai ketentuan.

Tiga. Tomat

Nah ini, nah ini hahahaha….Gimana ya…Sbenarnya masalahnya cuma satu, akan tetapi sati kelompok maksudnya hahahah….Masalahnya merupakan penyakit yg menyerang tomat. Dan penyakitnya itu jumlahnya banyak & beragam. Untuk kasus sianr surya nir perkara tidak dapat banyak sinar, tomat masih bisa tumbuh. Tetapi kasus penyakit tomat ini benar sahih susah buat dikendalikan. Mulai dari kutu putih yang bersarang dibawah daun, hingga semut dan penyakit yang nir terlihat membuat daun kuning, layu dan mati. Anda bisa melihat pada google atau web lain daftar lengkap penyakitnya/

Masalah lain adalah ketersediaan air. Pengalaman aku menanam di polybag menggunakan media tanah kemarin, tomat sangat rentan terhadap ketidakadaan air. Satu hari saja nir dapat pasokan air, flora eksklusif layu. Tapi JANGAN KHAWATIR, tomat tidak tewas kok. Bila anda pribadi siram, kira-kira dua-3 jam lalu flora tomat akan balik segar. Daunnya akan pulang mengembang yang sebelumnya layu & menutup. Masalah ini saya temui ketika aku harus keluar kota 2 hari. Begitu balik aku lemas melihat tumbuhan saya yng pula lemas. Tapi aku coba langsung siram saja dan pulang normal. Jadi apabila anda keluar kota atau nir sempat menyiram tomat anda, coba minta bantuan orang lain atau coba gunakan sistem irigasi tetes.

Cerita lengkap penanaman tomat aku bisa dicermati disiniPERKEMBANGAN TANAMAN TOMAT MULAI SEMAI HINGGA PANEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *